Kalau di satu sore, di tanggal 24 Oktober 2025, terik matahari membakar aspal dan memanggangmu, yang dalam hitungan menit, keringat membasahi kepala dan kaosmu, membebani langkah-langkah awal kakimu, memaksa tersengal nafasmu dan sesak dadamu, sejak mulai berlari dari lapangan di Mbay-Nagekeo, dan kamu membenci matahari…

Ingatlah,

Kalau di setiap sore, di sepanjang tahun, di usia belasanku, matahari memanggangku, saat berjalan kaki di jalan bebatuan, membawa dua jeriken kosong lima liter, berjalan dua kilometer menuju tempat penampungan air hujan, mengisinya penuh, dan dengan lengan-lengan kecilku membawanya pulang, lalu kembali sekali lagi, aku membenci matahari lebih dari padamu.


Kalau di satu pagi, di tanggal 25 Oktober 2025, kamu mencintai matahari, bersuka ketika cahaya pertamanya tampak di balik gunung, yang menghangatkanmu setelah bertarung dengan dingin dan gelap, dengan kantuk dan lelah, dengan lapar dan haus, dengan tanjakan dan turunan, yang menyapamu seraya menyampaikan harapan bahwa garis finish tidak jauh lagi…

Ingatlah,

Kalau di setiap pagi, di sepanjang tahun, sebelum berangkat sekolah, aku kembali berjalan ke penampungan air hujan, sekali lagi membawa jeriken-jeriken tadi malam yang sudah kosong, sebagai penanda hari baruku menuju harapanku menjadi guru atau suster atau pesepakbola, aku mencintai matahari lebih dari padamu, walaupun aku tidak pernah tahu ada di mana garis finish-ku.

Jelajah Timur 2025
Nagekeo – Bajawa

NH

Nicky Hogan's avatar
Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.